Senin, Juli 13, 2009

Megawati & Rakyat Indonesia Bertanya Ke Obama & DUNIA, Apakah Mendukung Hasil Pilpres Yang Patut Dapat Diduga Memaksakan Kemenangan Lewat Kecurangan?

TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM & Dimuat juga di WWW.KATAKAMIINDONESIA.WORDPRESS.COM

Jakarta 9/7/2009 (KATAKAMI) Panggung perpolitikan Pemilihan Umum PILPRES 2009 telah usai. Hasilnya seperti yang sudah ditebak sebelumnya bahwa patut dapat diduga pihak tertentu memang masih sangat ngotot untuk bisa tetap melanggengkan kekuasaannya seperti zaman Soeharto. Kekuasaan memang ibarat kenikmatan yang paling nikmat. Kekuasaan sanggup membutakan mata hati, pikiran dan moralitas manusia.

Apa yang mau dibanggakan oleh TNI, POLRI, Badan Intelijen Negara (BIN), khususnya Kantor Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukkam) setelah patut dapat diduga mereka sangat sukses dan berhasil memenangkan dan mengamankan ambisi politik sang pimpinan yang ingin agar kekuasaannya beranak-cucu di negara demokrasi bernama Indonesia ?

http://nurulloh.kompasiana.com/files/2009/06/megawati-hs-agus-susanto.jpg

Apa yang mau dibanggakan oleh oknum-oknum militer dan POLISI yang bermasalah dengan hukum karena patut dapat diduga demi mengamankan diri mereka agar tidak tersentuh oleh jerat hukum maka dengan penuh pengabdian dan totalitas telah memudahkan kemenangan dalam PILPRES 2009 ?

Termasuk didalamnya, patut dapat diduga oknum POLRI Gories Mere telah dengan “idiot” eh “sok genius” menciptakan kemenangan ini yang patut dapat diduga dengan kejahatan Informasi dan Teknologi (IT) yang sangat kotor mengerikan.

Capres Megawati Soekarnoputri sangat prihatin atas adanya sikap tidak netral yang telah ditunjukkan dan dilakukan secara “berjamaah” oleh sejumlah pihak yaitu patut dapat diduga dilakukan instansi-instansi penting di Indonesia.

“Apakah mereka pikir, ini adalah kesuksesan ? Dari sisi mana mereka menilai maka kemenangan ini disebut sebuah kesuksesan dari aparat-aparat yang patut dapat diduga tidak netral itu ? Apakah di hati mereka itu, sudah tidak ada rasa hormat kepada nilai-nilai demokrasi dan hak-hak politik rakyat ? Saya ingin tahu, apakah mereka yakin bahwa rakyat Indonesia ini bisa dibodoh-bodohi terus menerus ? Kasihan mereka” kata Megawati Soekarnoputri secara EKSKLUSIF kepada KATAKAMI.COM yang sepanjang hari Rabu (8/7/2009) berada di kediaman Megawati — baik saat berada di kediamanan jalan Kebagusan Jakarta Selatan atau di Jalan Teuku Umar Menteng Jakarta Pusat.

Jangan dipikir bahwa laporan-laporan dari daerah tidak masuk ke pihak Megawati dan Prabowo Subianto. Bayangkan, patut dapat diduga POLRI menjadi ujung tombak segala kecurangan di berbagai daerah.

Dan Megawati sudah memprediksi sejak awal bahwa keikut-sertaan dirinya sebagai CAPRES akan dijegal dan digagalkan dengan menggunakan KEJAHATAN TEKNOLOGI (IT).

“Kejahatan IT adalah ancaman paling serius dalam Pilpres 2009 ini. Saya tidak mengerti, mengapa seperti ini menegakkan demokrasi ? Tahun 2004, saya telah berhasil menggelar pesta demokrasi yang jujur, langsung, bebas, rahasia dan bermartabat. Presiden Jimmy Carter datang ke Indonesia untuk memantau Pemilu dan beliau juga bertemu langsung dengan saya. Presiden Jimmy Carter menyampaikan pemghargaan bahwa pemerintahan saya telah berhasil menggelar Pemilu pertama yang bersifat langsung. Pemilu apa ini yang sekarang ? Harusnya bisa lebih baik dari Pemilu yang dilakukan oleh pemerintahan saya tahun 2004. Ini justru mundur jauh ke belakang. Jauh lebih buruk dari Pemilu sepanjang Orde Baru yang sudah dapat kita tebak siapa yang akan keluar sebagai pemenang,” lanjut Megawati.

Ketidak-netralan TNI, POLRI, BIN dan terutama Jajaran Kementerian Kantor Polhukkam sangat menyedihkan dan dikecam keras oleh Megawati.

“Saya ingatkan ya, rakyat itu tidak bodoh. Rakyat itu menilai. Sekarang ini pilihannya ada 2, mau melawan semua kecurangan yang sangat kotor ini dengan cara-cara kekerasan atau dengan jalur hukum ? Bukan sifat saya kalau menggunakan cara-cara kekerasan. Saya anti kekerasan. Tapi apakah mereka yang menjadi aparat itu siap kalau rakyat sudah tidak tahan dan memberontak terhadap semua kecurangan ini ? Apakah mereka menembaki rakyatnya sendiri ? Saya akan katakan, ayo coba tembak rakyatmu kalau berani ! Jangan sakiti rakyat Indonesia. Rakyat ini sudah lelah. Ini Pemilu yang penuh kecurangan” tambah Megawati yang berbicara dengan tenang dan sangat berkharisma.

Megawati memang benar.

Tidak seperti ini caranya jika ingin meraih kemenangan — termasuk jika ingin memperpanjang dan melanggengkan kekuasaan –. Hak politik rakyat mutlak untuk dihormati.

Saat penghitungan suara cepat dimulai, prosesnya sudah sangat tidak berimbang sejak detik pertama penghitungan dimulai. Saat capres Megawati dan Muhammad Jusuf Kalla memulai penghitungan dengan hitungan awal 0 (nol) %, patut dapat diduga angka awal penghitungan dari pihak calon lainnya justru sudah langsung 50 %. Busyet deh, darimana asal muasal dari angka 50 persen yang diklaim sebagai angka awal penghitungan seorang capres ? Luar biasa, cerdas dan canggih sekali melakukan desain politik yang serba mutkahir.

Bahkan, Barack Hussein Obama sendiri sebagai kandidat CAPRES AS tidak akan pernah bisa memenangkan “PRESIDENTIAL ELECTION 2008″ jika lawan politiknya mencuri start dan mencuri angka kemenangan sangat besar sekitar 50 % dari totalitas perolehan angka kemenangannya.

Dunia internasional dan khususnya AMERIKA SERIKAT kini berada di persimpangan di jalan.

Seiring dengan ucapan SELAMAT yang akan mereka sampaikan nanti, rakyat Indonesia akan menatap satu persatu pemimpin dunia itu dengan tatapan dan penilaian yang sangat menyakitkan hati.

Salahkah rakyat Indonesia jika mendambakan dan mengharapkan berjalannya atau tegaknya sebuah proses demokrasi secara benar ?

Salahkah rakyat Indonesia jika sudah sangat lelah dengan semua kekuasaan yang kotor dan sangat tidak berperikemanusiaan membunuh hak-hak politik rakyat ?

Salahkah jika saat ini rakyat Indonesia meratap dan menangisi ketidak-mampuan mereka melawan arogansi kekuasaan yang patut dapat diduga telah melakukan KEJAHATAN KEMANUSIAAN yang paling kotor di abad kekinian — 11 tahun setelah reformasi Indonesia ?

Terlalu kotor caranya jika kecurangan ini dilakukan secara BERJAMAAH oleh sejumlah pihak yaitu patut dapat diduga oleh semua aparat pemerintah, terutama patut dapat diduga dilakukan TNI, POLRI dan BIN — dibawah koordinasi Kantor Kementerian POLHUKKAM –.

Saat Iran rusuh pasca pelaksanaan PILPRES mereka, AMERIKA SERIKAT seakan cakar-cakaran untuk mendesak agar Presiden Obama cepat bereaksi menentang tercederainya nilai-nilai demokrasi disana.

Tapi kini, AMERIKA SERIKAT dinantikan reaksinya oleh rakyat Indonesia secara keseluruhan ?

Politik kotor seperti inikah yang akan didukung oleh seorang politisi muda sangat berkharisma sekelas BARACK HUSSEIN OBAMA ?

Sebelum Barack Hussein Obama menjawab “YA”, maka sudilah kiranya ia membayangkan bagaimana jika ia melaju dalam pertarungan PILPRES 2008 dulu … semua perangkat pemerintah di AS melakukan kecurangan yang sudah sangat kotor dan parah ?

Sebutlah misalnya, Dinas Intelijen CIA, Biro Investigasi Federal (FBI), Militer AS dan semua perangkat AS. Bagaimana perasaan dan kemarahan Obama jika langkah politiknya dijegal dengan cara-cara yang sudah sangat tidak manusiawi dengan kejahatan teknologi dan semua praktek kotor yang menistakan nilai demokrasi AS ?

Sebelum Barack Hussein Obama menjawab “YA” untuk mendukung hasil Pemilu yang patut dapat diduga sangat kotor dengan kecurangan BERJAMAAH seperti ini, ada baiknya kalau Obama mengenang semua sifat yang sangat indah, luhur dan mulia dari ibu yang melahirkan dirinya yaitu Almarhumah Stanley Ann Dunham.

Perempuan yang sangat cerdas dan kuat dalam membela kepentingan kaumnya.

Stanley Ann Dunham mengabdikan dirinya secara total untuk membantu kaum miskin dan papa, kalangan tak berdaya dan sebagian besar diantaranya adalah kaum perempuan. Termasuk INDONESIA, adalah sebuah negara yang menjadi tempat terbanyak bagi Stanley Ann Dunham untuk mengabdikan diri dan hidupnya demi kebaikan bagi sesamanya manusia.

Stanley Ann Dunham tidak akan pernah membiarkan satu detikpun dalam hidupnya dulu untuk membiarkan rakyat yang lemah tak berdaya itu semakin remuk digilas oleh zaman yang ganas. Ia habiskan hidupnya untuk mengunjungi banyak negara tetapi bukan untuk menikmati glamournya dunia. Melainkan untuk mengunjungi rakyat yang miskin dan papa.

Ia datang dengan ketulusan dan penghormatan yang penuh kepada nilai-nilai kemanusiaan. Ia datang dengan keiklasan yang sangat tinggi tingkat kemuliaannya untuk menunjukkan kepada kalangan perempuan dimanapun juga bahwa solidaritas sesama jender akan tetap terwujud tanpa mengenal batas ruang dan waktu.

Jika dengan segenap hati dan cinta yang ada di hatinya, Barack Hussein Obama mau mengenang sisi yang sangat mengagumkan ini dari figur ibu yang melahirkannya maka tak akan pernah Obama mau mendukung semua kejahatan kemanusiaan yang membunuh nilai-nilai kebenaran, hukum, HAM dan kemanusiaan di muka bumi ini.

Betapa sakit dan hancur rasanya sebentuk hati yang dimiliki oleh begitu banyak rakyat INDONESIA yang sudah dirampas dan ditindas hak-hak politiknya demi hawa nafsu kekuasaan pihak tertentu.

Seakan tak ada tempat untuk mengadu dan meminta pertolongan bahwa sebuah kebiadaban sudah semakin percaya diri untuk melahap habis nilai demokrasi dan kebenaran di negeri yang begitu elok bernama INDONESIA.

Tanah airku INDONESIA, meratap, menangis dan terhempas kembali ke titik terendah dalam berdemokrasi.

(MS)

Hanya Ada Satu Kata Untuk Mega-Prabowo Dan JK-Wiranto, LAWAN Arogansi Topeng Kekuasaan Yang Tak Jera Merampas Hak Politik Rakyat

topeng.jpg Topeng image by cah7x_jogja

Jakarta 6/7/2009 (KATAKAMI) Hanya tinggal kurang dari 48 jam ke depan, rakyat Indonesia akan menyambut pesta demokrasi PILPRES 2009. Tetapi walaupun waktu terus berpacu, tetapi kisruh Daftar Pemilih Tetap atau DPT masih tetap seperti benang kusut. Untuk menuliskan tulisan ini saja, KATAKAMI mendapatkan berbagai hambatan yang patut dapat diduga dilakukan oleh aparat yang memiliki perangkat teknologi untuk menyadap sistem keredaksian yang mencoba memberikan alternatif terbaik dalam mebela hak-hak rakyat.

Kasihan, disaat bangsa dan rakyat Indonesia bersatu dan bahu membahu memperjuangkan tegaknya demokrasi. Tetapi patut dapat diduga ada pihak tertentu yang gelap mata demi mempertahankan kekuaasaan atau PENJILATAN demi melanggengkan jabatan masing-masing.

Sesuai jadwal, bangsa Indonesia akan menggelar pesta demokrasi PILPRES tanggal 8 Juli 2009. Sudah dari jauh-jauh hari sebelumnya, banyak pihak — terutama kubu Pasangan Megawati – Prabowo dan kubu JK – Wiranto — sudah menyampaikan WARNING agar kebusukan dan berbagai kecurangan yang nyata-nyata terjadi dalam Pemilu Legislatif 2009 jangan diulangi lagi.

Jangan mendadak jadi penderita akut penyakit lupa ingatan atau AMNESIA sehingga kejadian tragis yang menimpa bangsa dan rakyat Indonesia, dimana ada sekurang-kurangnya 20 juta rakyat Indonesia dirampas dan dibinasakan HAK POLITIKNYA, mau diulangi lagi dalam Pilpres 2009 ?

http://mampus.files.wordpress.com/2009/01/cropped-cukup-sudah.jpg

Wajar, sangat wajar, jika capres Megawati dan Muhammad Jusuf Kalla bergerak ke depan untuk mendobrak pintu arogansi kekuasaan ini. Jangan ada yang menganggap gerakan moral mereka ini, hanya gertak sambal atau sekedar basa basi.

Senin (6/7/2009) ini, Megawati didampingi Prabowo Subianto dan JK didampingi Wiranto, menyambangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di jalan Diponegoro Jakarta Pusat. Mereka tidak sedang bermain-main dalam jam-jam terakhir menjelang dilaksanakannya PESTA DEMOKRASI.

Ketokohan, kharisma dan pengaruh kuat mereka dimata para pendukungnya, jangan dianggap enteng dan jangan dipandang sebelah mata. Jangan pikir rakyat Indonesia ini bodoh atau mengidap bisu tuli semua. Sampai detik ini saja, tidak pernah ada pengumuman resmi tentang kapan 20 juta (lebih) rakyat Indonesia yang dirampas hak politiknya pada Pemilu Legislatif 2009 lalu, bisa memberikan hak suara mereka. Padahal pembagian kursi di parlemen sudah diumumkan resmi.

Lho, jangan dilupakan hak politik rakyat yang sudah disunat dan dirampas pada ajang Pemilu Legislatif. Itu saja belum dibereskan, bagaimana mau menggelar Pemilu Pilpres ?

Siapa yang mau dijebak, seolah-olah akan ada keajaiban dari langit yang membuat DPT akan “mendadak” waras yaitu sesuai dengan data resmi yang dapat dipertanggung-jawabkan dimuka hukum. Bukan data fiktif. Bukan data rekayasa. Dan bukan DPT ganda !

Megawati dan Jusuf Kalla, jangan mau menjadi asesori saja dari panggung perpolitikan PILPRES 2009. Untuk apa hanya sekedar jadi pajangan yang cuma dimanfaatkan sebagai peran pembantu dalam panggung sandiwara melanggengkan kekuasaan semata. Sadari, bahwa patut dapat diduga disana sini telah terpasang jaring-jaring perangkap.

Begitu PILPRES dimulai tanpa ada perubahan yang signifikan, maka selesailah sudah semua teori-teori tentang proses demokratisasi yang sehat, jujur, adil, beradab dan bermartabat. Mau demonstrasi ? Mau turun ke jalan sampai berdarah-darah dan bisa berterbangan semua nyawa karena CHAOS yang mengerikan ?

Jangan, jangan lakukan kekerasan ! Jangan korbankan rakyat. Jangan memilih cara-cara yang sifatnya menjebak karena rakyat hanya akan dibuat BERHADAP-HADAPAN dengan POLISI atau APARAT KEAMANAN SECARA KESELURUHAN yang patut dapat diduga sudah sangat sulit untuk netral.

Demonstrasi belum dimulai, bisa-bisa patut dapat diduga semua tokoh-tokoh bangsa dengan para pendukung mereka semuanya akan dengan brutal ditangkapi, ditendangi dan dipenjarakan.

Lalu, nanti kalau ada persidangan maka patut dapat diduga semua akan dinyatakan bersalah dengan vonis yang dibuat sangat tidak manusiawi. Hindari semua jaring-jaring perangkap yang patut dapat diduga memakai teori gelap mata. Megawati dan JK, tak perlu ragu untuk terus maju tak gentar membela yang benar yaitu membela hak rakyat.

Cari cara yang cantik dan sangat sulit untuk dikecoh. Jika sudah tak bisa dinasehati dan diajak untuk “kembali ke jalan yang benar” dalam menegakkan proses demokratisasi ini, berikan saja kemenangan itu secara utuh menyeluruh kepada pihak tertentu yang sudah sangat kebelet menang satu putaran dengan perolehan angka diatas 60-90 persen.

Kasih, kasihkan saja ! Biar puas. Beri jalan agar segera diumumkan bahwa pemilu memang telah dilakukan satu putaran dengan satu pasang peserta.

Peserta yang lain, sedang ada “urusan lain” yaitu mengobati luka bathin dan cedera yang parah dalam jiwa rakyat Indonesia. Megawati dan JK, cukup senyum-senyum saja dan ikut menonton tayangan-tayangan berita di media massa tentang kemenangan heroik sebesar 100 persen.

Indonesia sudah sebegini “maju dan sejahtera”, masak tidak bisa meraih kemenangan 100 persen ?

Bisa, sudah barang tentu bisa !

Yang harus disadari dan diupayakan oleh Megawati dengan cawapresnya Prabowo Subianto, juga Jusuf Kalla dengan pasangan Cawapresnya Wiranto, bahwa bangsa Indonesia jangan dibiarkan — walau hanya sedetik — terjerumus ke dalam lembah kehancuran dalam situasi yang CHAOS. Hindari darah dan nyawa rakyat terbuang sia-sia.

Jaga keselamatan rakyat Indonesia. Bentengi NKRI ini dari ancaman disintegrasi bangsa. Situasi yang CHAOS hanya akan membuat Indonesia berdarah-darah dan kehilangan anak-anak bangsanya.

Formula perjuangan jangan dibiarkan terfokus ke jalanan lewat demonstrasi yang destruktif atau anarkis. Formula perjuangan harus cerdas, tangkas dan lugas.

Dalam hitungan detik, menit dan jam, minta semua data tertulis dan dokumen apapun yang memang bisa dijadikan bukti resmi bahwa kebusukan dan kecurangan DPT itu memang sudah ada beredar secara nyata di tengah masyarakat. Waktu tidak banyak. Waktu sangat sempit.

Jangan cuma bicara dengan teori “katanya katanya” disana disini ada kebusukandan kecurangan seputar DPT. Bukti, minta bukti dari semua mesin partai serta tim kampanye nasional untuk bergerak cepat.

Lalu, dengan sikap yang legowo Megawati dan Jusuf Kall tampil berdua dan tunjukkan kepada rakyat Indonesia bahwa inilah semua fakta-fakta dan data-data tentang ancaman serius kebusukan dan kecurangan DPT yang mau dipaksakan dalam ajang Pilpres pada hari Rabu 8 Juli 2009.

Tunjukkan, supaya jangan ada lagi yang lancang menuding Megawati dan Jusuf Kalla sekedar gertak sambal atau mengada-ada.

Tutup mulut bagi siapapun yang menuding Megawati dan Jusuf Kalla cuma gertak sambal atau mengada-ada. Jangan ada yang mengatakan bahwa Pilpres harus wajib dilaksanakan dengan kondisi apa adanya seperti sekarang ini. Tidak bisa, hak politik rakyat disunat dan dibabat habis, kok bisa-bisa ada kewajiban membiarkan pesta demokrasi disulap menjadi panggung sandiwara. Ini kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir.

Megawati dan Jusuf Kalla harus berani menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan partai politik mereka masing-masing. Renungkan sejenak saja. Jauh lebih baik memberikan jalan bagi terwujudnya pemilu satu putaran dengan kemenangan mutlak tak terkalahkan bagi pihak manapun yang takut pada rivalitas yang sehat.

Kalau tidak takut, sudah barang tentu APARAT bisa sangat netral karena patut dapat diduga sistem yang bekerja di bidang politik, hukum dan keamanan sudah sangat HEBRING alias HEBAT memasang pagar betis untuk mengamankan kemenangan yang MUTLAK di-LANJUTKAN.

Silahkan, kasih saja. Jangan direcoki dan dipersulit. Namanya juga tim sukses yang hebat karena patut dapat diduga instansi yang perangkat dan personilnya dibeli atau dibayar dengan uang rakyat, malah untuk jadi markas tim sukses bekerja ganda yaitu sebagai abdi negara dan abdi penguasa secara pribadi. Masak tidak malu melakukan semua ini.

Masak tidak sadar bahwa semua mata rakyat Indonesia sudah melihat gerakan-gerakan siluman yang patut dapat diduga hobi benar memakai terori lempar batu sembunyi tangan. Begitu ketahuan ada sesuatu yang salah dan kesalahan itu fatal memalukan, lemparkan saja kesalahan kepada orang per orang atau pihak lain yang tak ada kaitannya dengan penguasa atau tim suksesnya.

Ya capek deh.

Negara punya sistem yang komponennya memiliki unsur intelijen, justru patut dapat diduga jadi mesin kemenangan yang sangat menggebu-gebu menggembosi lawan-lawan politik. Semua sudah sangat tidak sehat jadinya. Kasihan kalau POLISI harus ikut juga bersandiwara menjaga pelaksanaan PILPRES 2009 yang patut dapat diduga cuma jadi panggung sandiwara.

Sayang kalau uang negara dihabiskan untuk anggaran tugas pengamanan sebab sebenarnya yang patut dapat diduga mau diamankan adalah kekuasaan yang berkelanjutan.

Biarkan saja, prinsip netralitas itu dikotori dan dinodai. Biar, biarkan saja. Apa maunya, kasihkan saja dan biarkan saja. Sekali-sekali, perlu dikasih kelonggaran dan keleluasaan yang sangat menggembirakan.

http://www.tribunkaltim.co.id/photo/2009/04/afad3a37b250bcf349e132a80d399053.jpg

Daripada harus terus berpura-pura dan bergerak siluman agar tak ketahuan. Mari, kita berpikir dan bertindak secara jernih dan cerdas. Gendang permainan lawan sudah tak merdu nadanya.

Megawati dan Jusuf Kalla tak perlu terjebak dan terperangkap dalam gendang permainan lawan yang cuma akan merugikan kedua tokoh penting ini. Jadi, kalau ada berteriak lantang menyapa, Indonesia … bagaimana kabarnya ?

Biarlah, Megawati, Jusuf Kalla dan rakyat Indonesia menjawab dengan lantang juga, “Baik, lanjutkan saja apapun ambisi dan hawa nafsu kekuasaan yang mau dilanjutkan !”.

Sambil berjalannya waktu, biarlah siapapun juga yang sudah dengan sangat sengaja menjilat kepada arogansi kekuasaan atau keabadian kesewenang-wenangan yang merugikan nilai-nilai kebenaran, adilan, hukum, HAM, demokrasi dan kemanusian, akan segera terbuka semua TOPENG-TOPENG MEREKA.

Dan hanya ada satu kata untuk disampaikan di akhir tulisan ini kepada Megawati dan Jusuf Kalla, LAWAN !

Lawan semua bentuk arogansi kekuasaan. Lawan semua bentuk kesewenang-wenangan ini.

Lawan semua bentuk pemenangan yang menyunat dan merampas hak-hak politik rakyat.

Lawan, tetapi bukan dengan cara “melawan” yang berpotensi menimbulkan CHAOS.

Jadilah benteng penyelamat dan penjaga bangsa lewat cara-cara yang jauh lebih terhormat.

Lebih ampuh untuk menjawab semua kongkalikong. Mau menang satu putaran ! Ambil !

Mau menang seratus atau seribu persen ? Ambil.

Kasih saja. Jangan dihalangi. Dan cukup didalam hati dan pikiran kita saja, kita tanyakan dengan penuh senyum yang mengharukan.

PUAS ? PUAS ? PUAS ?

Keterlaluan.

(MS)

Berpulangnya Superstar Layak Dikenang (In Loving Memory Michael Jackson, Gone But Never Forgotten)

http://i717.photobucket.com/albums/ww171/trustngo/sheets%20pics/michael-jackson.gif

TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM dan dimuat juga di WWW.KATAKAMIINDONESIA.VOX.COM

Jakarta 29/6/2009 (KATAKAMI) Barangkali kalimat bijak ini dikenal oleh hampir semua orang yaitu “Kelahiran, Perjodohan dan Kematian Manusia Ada Di Tuhan”. Artinya, manusia boleh merencanakan apa saja tetapi Tuhan yang menentukan. Kabar kematian mendadak “KING OF POP” Michael Jackson pada Kamis (25/6/2009) waktu Los Angeles dalam usia 50 tahun.

Perkembangan terbarunya saat ini — seperti yang dilaporkan Antara News — keluarga Michael Jackson berharap agar dilakukan otopsi independen seiring kekecewaan dan kemarahan yang meningkat mengenai saat-saat terakhir hidup tragis bintang musik pop tersebut. Sambil menunggu rencana pemakaman, keluarga Jackson berkumpul di kompleks mereka di Encino, pinggir utara kota Los Angeles.

Akhir pekan lalu, otopsi awal atas atas jenazah “Jacko” belum tuntas dan penyebab akhir kematiannya belum bisa diketahui sampai pemeriksaan toksikologi secara mendalam diselesaikan dalam waktu enam sampai delapan pekan. Jenazah Jacko diserahkan kepada keluarganya Jumat (26/6/2009) malam, dan disemayamkan di satu tempat yang tak disebutkan.

Pegiat dan politik kenamaan AS Pendeta Jesse Jackson, yang tak memiliki hubungan keluarga dengan bintang pop tersebut, mengatakan pada acara ABC “Good Morning America” bahwa ia pada Jumat telah memberi penyuluhan kepada keluarga Jackson di tempat tinggal mereka.

Hari Minggu kemarin, pihak Keluarga memang sedang melakukan pengaturan pemakaman bagi bintang musik yang meninggal secara tragis itu, sementara polisi dilaporkan menyatakan dokter sang bintang itu “bersih” setelah menanyai dia untuk kedua kali.

Anggota keluarga Jackson dijadwalkan bertemu dengan Pendeta Al Sharpton guna membahas rencana upacara pemakaman sang bintang yang berusia 50 tahun itu.

Sharpton mengatakan keluarga Jackson sedih dengan laporan media mengenai kematian Jackson yang telah dipusatkan pada masalah pribadi sang bintang seperti tuduhan pelecehan terhadap anak-anak, kemelut keuangan dan perjuangan dengan obat yang diresepkan.

“Mereka ingin saudara mereka diperlakukan dengan layak. Mereka memberitahu saya, `Anda harus tampil dan membela Michael`,” kata Sharpton kepada New York Daily News.

Michael Jackson memang sebuah penyanyi dunia yang sangat fenomenal. Simaklah semua karya-karya musiknya, terutama saat ia membawakan itu diatas panggung-pangguh megah pertunjukan di berbagai belahan dunia.

Ada sebuah daya magis keindahan yang terkandung karya-karya musik SANG RAJA POP ini.

Daya magis yang konotasinya sangat positif yaitu dampak yang didapat oleh siapapun yang menikmati karya-karya musiknya, pasti memiliki penilaian yang sama bahwa lirik dan suara Jacko saat melantunkan lagu-lagunya sempurna keindahan serta kemerduannya.

Dan berpulang pada para penggemar berat (fans) serta warga dunia yang memang menikmati karya-karya musik Jacko, dari sudut pandang mana ingin mendapatkan hiburan.

Kualitas uara, kekuatan lirik atau performa gaya panggung. Paling tidak dari ketiga faktor itu, Jacko tetap pantas untuk disebut sebagai MAESTRO. Detik pertama saat kabar kematian ini tersebar ke seluruh dunia, berita kematian Jacko menjadi berita utama diseluruh media massa manapun di berbagai belahan dunia. Lagu-lagunya kembali dicari, didengar dan dinikmati secara lebih intensif.

Jika pada perkembangannya, seluruh pemberitaan yang ada pasca kematian JACKO memang bobotnya lebih besar pada pemberitaan dari SISI NEGATIF atau AIB dari JACKO semasa hidupnya, wajar dan sangat manusiawi jika itu menyakiti dan melukai perasaan keluarga besarnya.

Menjadi seorang “SUPERSTAR” sekelas Michael Jackson memang sempurna dan mengagumkan secara luar biasa dalam karya musik serta aksi-aksi panggungnya.

Tapi, pada kehidupan nyata yang dijalani JACKO sepanjang masa hidupnya selama 50 tahun, mayoritas agak kurang enak didengar. Namun setiap manusia, entah itu manusia biasa atau kalangan petinggi, pembesar, pejabat, selebriti dan kalangan “VVIP (Very Very Importan Person), siapapun juga umat manusia didunia semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Itu yang harus disadari dulu.

Tidak ada manusia yang sempurna sesempurna mungkin karena KESEMPURNAAN SEJATI ada pada Sang Pencipta.

Pihak keluarga tidak kuat dan tidak tahan lagi menerima semua kenyataan yang semakin tak sedap pasca kematian JACKO. Disana-sini, mungkin yang mereka baca, lihat dan dengar adalah pemberitaan yang sangat buruk tentang JACKO.

Tapi media massa juga tak bisa disalahkan begitu saja. Sudah lazim bagi semua media massa, jika ada “TOKOH” yang figurnya dikenal luas oleh masyarakat, maka wajib hukumnya untuk mengulas obituari atau perjalanan hidup dari si “TOKOH” tadi.

Sehingga, ketika seorang Michael Jackson diberitakan meninggal dunia secara mendadak maka otomatis, kalangan jurnalis manapun diseluruh dunia akan bergerak cepat — bahu membahu — untuk merangkum semua data, informasi, foto, video, dan perkembangan terakhir yang bisa disajikan kepada masyarakat.

Semua media, pasti akan otomatis membuka file lama dan seluruh dokumentadi dengan cara apapun untuk melengkapi pemberitaan seputar JACKO. Secara kebetulan, dalam perjalanan hidup yang selama ini memang dialami MICHAEL JACKSON, ada banyak hal yang berbau sensasi dan kontroversi.

Media massa tidak bisa dan tidak mungkin sengaja “menghilangkan” bagian-bagian yang negatif penuh aib dari Michael Jackson. Seluruh sajian berita memang harus apa adanya.

Tetapi, lebih bijaksana jika dibuat berimbang atau proporsional. Tidak ada menghadirkan sisi buruk yang memalukan, menyedihkan dan memprihatinkan. Tetapi, sisi baik dari JACKO sudah benar-benar ditampilkan secara berimbang dan proporsional.

Michael Jackson, kini menjadi legenda yang dari album kehidupan kita semua.

Cara ia menyanyi sejak kecil, kualitas suaranya yang sangat merdu dan indah sekali, lirik-lirik lagu dari karya-karya musiknya selama ini yang juga sangat amat indah, serta gaya panggung yang atraktif dan memukau. Untuk mengantar dan melepas kepergian superstar yang menderita kanker kulit semasa hidupnya ini, rasanya memang harus bijaksana.

http://michael-jackson.ro/images/michael-jackson.asp14028img1.jpg

Kenanglah ia semerdu suara dan seindah lagunya.

Kenanglah ia seindah misi baik yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam sejumlah lagu yang dibawakannya.

Jika ada manusia yang “kesulitan” untuk menikmati bahwa memang benar suara JACKO merdu dan lagu-lagunya indah dalam arti yang sesungguhnya, maka manusia jenis ini yang patut dipertanyakan — bahkan dikasihani –.

Sebab pada kenyataan, lagu-lagu Michael Jackson memang enak untuk didengar dan dinikmati. Bahkan, bisa disesuaikan dengan “selera” dari orang yang mendengar, apakah mau mendengar lagu Michael Jackson yang dinamis atau yang syahdu mendayu-dayu.

Dan tak benar jika dari seluruh perjalanan hidupnya, melulu hanya terisi dengan hal buruk. Misalnya saat ia diminta untuk ikut ambil bagian menyanyikan lagu “WE ARE THE WORLD”, Jacko dengan sangat murah hati bersedia merelakan hasil pembelian album itu untuk disumbangkan kepada anak-anak yang miskin di Afrika.

Amal dan perbuatan baik, jika memang itu dilakukan dan diberikan setulus hati maka Tuhan pasti punya penilaian yang sangat agung dan luhur.

MICHAEL JACKSON, telah berpulang ke hadirat Ilahi. Walau kini tiada, ia tak akan pernah dilupakan karena keindahan itu memang kuat melekat dalam lagu-lagu.

Indah didengar.

Indah dirasakan.

President Barack Obama delivers remarks on a new regulatory reform plan, 17 Jun 2009, at the White House

Misalnya saja pada lagu HEAL THE WORLD. Lagu ini bahkan pernah menjadi inspirasi tersendiri bagi KATAKAMI untuk membuat sebuah tulisan terkait komitmen Presiden Barack Hussein Obama dalam konsistensi Amerika Serikat dalam perang melawan narkoba, yang berjudul : “KEBANGGAAN DUNIA PADA OBAMA MENGUAT, DARI MEKSIKO OBAMA TEGASKAN KELANJUTAN PERANG TERHADAP NARKOBA (HEAL WORLD, MAKE IT BETTER PLACE, MR OBAMA.

Presiden Barack Obama secara pribadi — seperti yang dilaporkan Radio Voice Of America — telah mengirimkan ucapan belasungkawa atas wafatnya Michael Jackson. Obama menilai JACKO adalah sosok yang spektakuler tetapi menjalani kehidupan yang tidak menggembirakan.

Michael Jacson, tidak menyadari bahwa dirnya — lewat karya-karya musiknya — telah mampu menjadi INSPIRASI yang menyentuh hati pada diri orang lain untuk kepentingan yang baik.

REST IN PEACE, JACKO !

IN LOVING MEMORY OF YOU, GONE BUT NEVER FORGOTTEN.

(MS)